Krisis Sosial Ekonomi dan Revivalisme Islam Asia Tenggara

Moeflich Hasbullah
Republika, 15 September 2000

a

Secara ekonomi, sejak tahun 1980an, negara-negara Asia Tenggara telah bergeser dari negara-negara underdeveloped dan developing countries kepada apa yang disebut New Industrializing Countries (NICs) pada tahun 1990an dengan mencapai tingkat angka pertumbuhan drastis yaitu rata-rata di atas 7,5 per tahun. Kita masih perlu mengingat bahwa pada tahun 1995, Indonesia mencapai angka pertumbuhan 7,5 persen dari GDP (Gross Domestic Product) naik dari 4 persen dari tahun 1994. Tahun 1995, yang paling fantastis adalah Vietnam dengan meraih angka pertumbuhan 9,3 persen sementara Malaysia 9,2 persen dan Thailand 8,5 persen. Myanmar dan Kamboja, sama dengan Indonesia, mencapai 7,7 persen. Tahun 1996, tingkat pertumbuhan tersebut relatif stabil di atas 7,5 persen diwarnai dengan fluktuasi. Vietnam, Filipina dan Indonesia cenderung menaik, sementara Thailand dan Malaysia sedikit turun. Di Tahun 1997, Continue reading

Asia Tenggara dan Pergeseran Konsentrasi Kebangkitan Islam

Moeflich Hasbullah
(KHAZANAH, Jurnal Ilmu Agama Islam
Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati,
Vol.1, No.1, Januari-Juni 2002)

________________________________________________


“Kami pergilirkan kejayaan diantara manusia  . . . !”
Al-Quran, 3 : 140.

“The holy city will forever be Mecca, but the center of civilization
may shift from one place to another. The Koran says the people who
lead the world can change, that everyone has his own time.
The time of the Middle East to lead the Muslim world may be over.”
Prof. Siddiq Fadli
National University of Malaysia

“They (Arabs) sell themselves as the protectors of Islam.
We cannot accept this argument. We are Muslims, we read the Koran.
We want to see an equal partnership with the West.
We want to compete in goodness, not war.”
M. Amin Rais
Dewan Pakar ICMI Continue reading